Bagaimana Mengirim Push Notification yang tepat?

Posted on

Istilah “push” sepertinya memang pertama kali populer untuk email (push email), namun bukan berarti hanya email yang bisa di-push. Inti atau maksud dari Push adalah server yang langsung mengirim atau memberitahukan ke “client” (misalnya aplikasi untuk membaca email di ponsel) setiap kali ada “sesuatu” yang baru. Ini berlawanan dengan rata-rata email client yang melakukan pengecekan ke server setiap beberapa saat, atau setiap kali kita membuka aplikasi email client tersebut.

Dengan metode push, dapat dikatakan bahwa penerima email akan langsung menerima notifikasi akan adanya email baru, tepat setelah email tersebut dikirim. Metode untuk “Push” ada bermacam-macam. Apabila client diatur agar melakukan pengecekan ke server setiap detik, bisa dikatakan ia juga akan menerima notifikasi instan tepat setelah email dikirim (sama saja rasanya dengan Push). Namun cara ini pasti akan boros sumberdaya, terutama jika dilakukan di peralatan-peralatan mobile. Karena itulah lantas muncul istilah “Push” yang setahu saya pertama kali dipopulerkan oleh BlackBerry:

Pengirim > Internet > Server BlackBerry > Jalur Push Blackberry > Device Penerima

Untuk Android, jalur yang digunakan adalah C2DM:

Pengirim > Internet > Server Google > Jalur C2DM > Device Penerima

Dengan metode “Push”, pesan (atau notifikasi akan adanya sebuah pesan baru) dikirimkan oleh server ke penerima. Penerima tidak perlu melakukan pengecekan ke server, yang berarti adalah penghematan sumberdaya.

Menulis pesan Push-Nofication diibaratkan seperti menulis sebuah subject untuk email. Sebauh kata yang tertulis didalamnya harus mampu meyakinkan seseorang untuk membukanya. Tiga syarat utama dalam membuat pesan Push-Notification, yakni harus mengagumkan pembacanya, persuasif dan jelas.

Sebuah Pesan Push-Notification yang baik adalah dapat menjadi sebuah pintu gerbang yang membawa sebuah keterlibatan kembali. Pesan Push-Notification buruk hanya akan menjadi spam yang bisa mendapatkan membawa sebuah aplikasi ke pilihan untuk pencopotan instalasi.

Pesan Push-Notification harus menarik perhatian, memancing minat, dan menggoda dalam jumlah yang tepat dari informasi tanpa terdengar untuk promosi atau berjualan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah ada panjang ideal untuk sebuah Pesan Push-Notification? Atau, Anda harus menggunakan kata-kata sebanyak mungkin untuk memastikan Anda mencakup semua rincian informasi? Berikut adalah pembahasanya.

Meskipun tidak ada formula yang tepat untuk menulis pesan push sempurna, Localytics memiliki data untuk membimbing Anda. Mari kita mulai dengan hanya memahami berapa panjang pesan Push-Notification, apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan tingkat klik terbaik. Apakah harus terdiri dari 10 atau lebih sedikit kata-kata. Berikut adalah ilustrasinya:

Kesimpulan yang jelas terlihat dari gambar diatas adalah bahwa memiliki pesan Push-Notification yang singkat, ringkas, dan jelas memiliki potensi memiliki click rate yang baik lebih tinggi. Yang perlu diingat adalah kata-kata yang terlihat di layar pembaca akan berbeda-beda sesuai dengan ukuran layar smartphone mereka, itulah yang menjadi alasan utama kenapa kita harus meminimalkan isi pesan Push-Notification.

Apa yang harus Anda lakukan untuk App Pemasaran Anda?

Ini berarti Anda harus memotong pesan Push-Notification Anda dan sampai ke inti dengan cepat. Anda hanya memiliki beberapa detik untuk menangkap perhatian, sehingga Anda perlu mengkomunikasikan nilai, tujuan, atau reward cepat.

Ingat, pesan push tidak perlu memberikan semua rincian, hanya perlu menyoroti manfaat pengguna utama dan mendorong mereka untuk kembali terlibat dengan aplikasi Anda!

Contoh pesan Push-Notification yang pendek namun impactfull

eCommerce App – “Shop Now: Nikmati 50% off untuk member baru.”

Finance App – “laporan bulanan Anda untuk Maret telah siap. Lihat sekarang.”

App sosial – “X mengomentari Hawaii foto Anda! Lihat apa yang mereka katakan. “

Majalah App – “[Celebrity] saja mengumumkan pertunangan mereka! Dapatkan semua rincian pertama! “

Analisa kembali apakah pesan Push-Notification Anda sudah sesuai dengan tujuan utama Anda yakni untuk meningkatkan retensi atau malah sebaliknya meningkatkan curn aplikasi Anda. Perbaiki sebelum terlambat. Untuk masalah waktu yang tepat, sebenarnya fitur ini bisa diaktifkan kapan saja, sesuai dengan kebutuhan pengguna. Walau pengguna sedang tidak membuka aplikasi tersebut, sebaiknya push notification harus tetap terus aktif.